Penyakit Kanker Payudara

Penyakit Kanker Payudara merupakan kanker pada jaringan payudara. Ini merupakan jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan atau operasi dan jika perlu dilanjutkan dengan kemotherapi maupun radiasi.

Kanker ini merupakan suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak dapat terkendali. Selain itu kanker payudara dapat didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Penyakit ini oleh World Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomer 17.

Fase Terbentuknya Kanker Payudara

Beberapa jenis kanker payudara sering menunjukkan disregulasi hormon HGF dan onkogen Met, serta ekspresi berlebih enzim PTK-6.

Transformasi

Transformasi merupakan sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses yang sangat rumit, yang terdiri dari :
  • Fase Inisiasi

Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen yang bisa berupa bahan kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor, menyebabkan sel lebih rentan terhadap karsinogen. Bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan.
  • Fase Promosi

Pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami insiasi akan berubah menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).
  • Fase Metastasis

Metastasis menuju tulang merupakan hal yang kerap terjadi pada kanker payudara, beberapa diantaranya disertai komplikasi lain seperti simtosa hiperkalsemia, pathological fractures atau spinal cord compression. Metastasis demikian bersifat osteolistik, yang berarti bahwa osteoklas hasil induksi sel kanker merupakan mediator osteolisis dan mempengaruhi diferensiasi dan aktivitas osteoblas serta osteoklas lain hingga meningkatkan resorpsi tulang.

Tulang merupakan jaringan unik yang terbuat dari matriks protein yang mengandung kalsium dengan kristal hydroxyappatite sehingga mekanisme yang biasa digunakan oleh sel kanker untuk membuat ruang pada matriks ekstraseluler dengan penggunaan enzim metaloproteinase matriks tidaklah efektif. Oleh sebab itu, resorpsi tulang yang yang memungkinkan invasi neoplastik terjadi akibat interaksi antara sel kanker payudara dengan sel endotelial yang dimediasi oleh ekspresi VEGF. VEGF merupakan mitogen angiogenik positif yang bereaksi dengan sel endotelial. Tanpa faktor angiogenik negatif seperti angiostatin, sel endotelial yang berinteraksi dengan VEGF sel kanker melalui pencerap VEGFR-1 dan VEGFR-2, akan meluruhkan matriks ekstraselular, bermigrasi dan membentuk tubulus.

Stadium dan Gejala Penyakit Kanker Payudara

Stadium Penyakit Kanker Payudara

Stadium penyakit kanker payudara adalah suatu keadaan dari hasil penilian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya, sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat lain. Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak. Untuk menentukan suatu stadium, harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau PA, rontgen, USG, dan bila memungkinkan dengan CT scan, Scintigrafi, dll. Banyak sekali cara untuk menentukan stadium, namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistem TNM yang direkomendasikan oleh UICC / AJCC.

Gejala Penyakit Kanker Payudara

Gejala klinis penyakit kanker payudara dapat berupa :
  • Benjolan Pada Payudara

Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.
  • Erosi atau Eksema Puting Susu

Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam, berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk, mengkerut, atau timbul borok pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. Ciri-ciri lainnya antara lain :
  1. Pendarahan pada puting susu,
  2. Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul apabila tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang,
  3. Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh.
Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut :
  1. Terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara),
  2. Adanya nodul satelit pada kulit payudara,
  3. Kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa,
  4. Terdapat model parasternal,
  5. Terdapat nodul supraklavikula,
  6. Adanya edema lengan,
  7. Adanya metastase jauh,
  8. Serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.
  • Keluarnya Cairan (Nipple Discharge)

Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari puting susu secara spontan dan tidak normal. Cairan yang keluar disebut normal apabila terjadi pada wanita yang hamil, menyusui dan pemakai pil kontrasepsi. Seorang wanita harus waspada apabila dari puting susu keluar cairan berdarah cairan ecer dengan warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa harus memijit puting susu, berlangsung terus menerus, hanya pada satu payudara (unilateral), dan cairan selain air susu.

Faktor-Faktor Penyebab

Faktor Risiko

Menurut Moningkey dan Kodim, penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya :
  1. Faktor Reproduksi : Karakteristik reproduksi yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya peubahan klinis.
  2. Penggunaan Hormon : Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikasi pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.
  3. Penyakit Fibrokistik : Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan resiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, resiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.
  4. Obesitas : Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara barat dan bukan barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini.
  5. Konsumsi Lemak : Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wilet dkk, studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan resiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 50 tahun.
  6. Radiasi : Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.
  7. Riwayat Keluarga dan Faktor Genetik : Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payuadra. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1, yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Faktor usia sangat berpengaruh => sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Resiko terbesar usia 75 tahun.

Faktor Genetik

Kanker payudara dapat terjadi karena adanya beberapa faktor genetik yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Faktor genetik yang dimaksud adalah beberapa gen yang bersifat onkogen dan gen yang bersifat mensupresi tumor. Gen mensupresi tumor yang berperan penting dalam pembentukkan kanker payudara diantaranya adalah gen BRCA 1 dan gen BRCA 2.

Pengobatan Penyakit Kanker Payudara

Salah satu tips alami atasi penyakit kanker payudara tanpa harus melakukan operasi hanya dengan mengkonsumsi Obat Herbal Kanker Payudara Ace Maxs. Selain ampuh dan efektif mengobati kanker payudara tanpa harus melalukan operasi Ace Maxs juga aman untuk dikonsumsi karena tidak menyebabkan efeksamping dan tidak menyebabkan ketergantungan.
Ace Maxs merupakan produk minuman kesehatan multikhasiat yang terbuat dari ekstrak kulit manggis dan daun sirsak yang dipadukan dengan apel, bunga rosella hitam, dan madu murni sebagai bahan pengawet dan pemanis buatan alami 100% tidak menggunakan bahan kimia sedikitpun. Ace Maxs dalam proses pembuatannya menggunakan alat modern terkini dan dikendalikan langsung oleh para ahli yang sudah disiplin ilmu seperti ilmu kesehatan, gizi, teknologi, makanan dan minuman. Ace Maxs sudah teruji secara klinis dan terdaftar di DEPKES RI P-IRT No.113317506253, memang benar jika ace maxs sangat cocok untuk dijadikan pengobatan berbagai jenis penyakit kronis dan non-kronis salah satunya penyakit kanker payudara ini.

  • Khasiat Kulit Manggis

Kandungan bahan dasar kulit manggis dalam obat herbal ace maxs ini sangat bermanfaat sekali bagi kesehatan tubuh. Karena kulit manggis ini memiliki senyawa Xanthone yang sangat kaya dengan kadar antioksidan yang tinggi yang mampu menangkal radikal bebas yang akan masuk kedalam tubuh. Selain itu dengan tingginya kadar antioksidan inilah, zat Xanthone mampu mengeluarkan dan menetralisir racun yang mengendap di dalam tubuh yang dapat memicu timbulnya berbagai penyakit. Selain zat Xanthone, Alfamangostine ini juga merupakan senyawa dari kulit manggis yang mampu menghambat adanya pertumbuhan bakteri dan virus di dalam tubuh, menekan peradangan (inflamasi) serta bersifat sebagai antikanker. Alfamangostine berperan mengendalikan sel kanker dengan mekanisme apotosis alias proses bunuh diri. Selain alfamangostine juga mampu mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang sel pembunuh alami yang bertugas membunuh sel kanker dan virus dalam tubuh. Sehingga Alfamangostine dan Garsinon-E mamapu menghambat proliferasi sel kanker.
  • Khasiat Daun Sirsak

Selain kulit manggis, daun sirsak juga memiliki khasiat yang sangat baik terhadap kesehatan tubuh. Karena Berbagai penelitian menyebutkan bahwa dalam daun sirsak ini terdapat zat Acetogenins yang sangat baik dalam membasmi dan membunuh Sel kanker dengan alami. Menurut penelitian sekitar tahun 1965, berbagai studi para ilmuan membuktikan ekstrak daun sirsak ini memiliki khasiat yang lebih baik dari kemotherapi, bahkan ekstrak tersebut bisa memperlambat pertumbuhan kanker. Pada tahun 1976, National Cancer Institute telah melakukan penelitian ilmiah dan hasilnya menyatakan batang dan daun sirsak efektif menyerang dan menghancurkan sel-sel kanker. Dengan timbulnya berbagai penelitian daun sirsak, akhirnya ditemukan bahwa daun sirsak ini mampu menghambat dan menghancurkan pertumbuhan sel kanker dalam tubuh, Acetogenins ini memiliki daya kerja 10.000 kali lipat lebih kuat dibandingkan melakukan kemotherapy yang sering dilakukan oleh penderita kanker payudara. Yang lebih spesialnya lagi, daun sirsak ini hanya membasmi sel kankernya saja tanpa harus membahayakan sel sehat yang ada dalam tubuh kita.

5 Manfaat Utama Obat Ace Maxs :

  1. Apabila mengkonsusmi ace maxs pada pagi malam hari akan membuat tidur anda lebih nyenyak,
  2. Apabila dikonsusmi pada pagi hari akan memberikan energi dan vitalitas,
  3. Dapat membantu mencegah penuaan dini (anti aging),
  4. Ace Maxs juga dapat membantu meningkatkan hormon pria dan wanita,
  5. Ace Maxs juga dapat membantu mengatasi penyakit degeneratif (jantung, diabetes, kanker, alzheimer, HIV/AIDS), dan berbagai jenis penyakit lainnya. Fungsi pencegahan dan pengobatan (preventive dan curative).

Testimoni (Kisah Nyata) Sembuh Dari Penyakit Kanker Payudara

Nama      : Lenny Helena Astuti
Usia        : 25 Tahun
Asal        : Jakarta
Profesi    : Manajer Accouting
Penyakit : Kanker Payudara Stadium 2

" Betapa kagetnya saya ketika melakukan pemeriksaan ke salah satu dokter dan hasilnya saya diponis menderita penyakit kanker payudara stadium dua. Memang, sejak awal saya sudah mengabaikan kesehatan saya karena tingkat kesibukkan saya begitu cukup tinggi, tuntutan pekerjaan yang harus beres dan suasana emosi yang kurang baik menambah beban pikiran. Ada gejala-gejala seperti nyeri sesekali di payudara saya tetapi saya pikir itu hal biasa. Saya lantas berobat jalan dengan dokter dan diberikan obat kanker, tetapi saran yang bijak dari dokter bahwa saya harus melakukan operasi untuk mengangkat sel kanker yang sudah mulai terhitung ganas. Namun setelah saya sharing dengan keluarga dan para sahabat saya, mereka menganjurkan saya untuk tidak melakukan operasi. Saya teringat dengan daun sirsak dan kulit manggis yang menurut buku-buku yang saya pernah baca bisa membantu mengobati penyakit kanker. Gayungpun menyambut, saya disuruh minum Obat Herbal Ace Maxs oleh salah seorang teman dari teman saya. Tidak banyak pikir saya langsung membeli 10 botol Ace Maxs, dan mulai rutin minum 35 ml sehari 3 kali. Dalam waktu kurang dari sebulan, penyakit saya sudah mulai berangsur jinak, alias perkembangan sel kankernya tidak seganas seperti sebelemunya. Dengan 10 botol saja sudah memberikan harapan kesembuhan yang luar biasa buat saya, akhirnya saya beli lagi 10 botol seterusnya dan seterusnya, dan dalam kemotherapy kurang lebih 3 bulan penyakit kanker payudara saya dinyatakan sembuh setelah melakukan pemeriksaan ke laboratorium "